Inilah cara memandikan jenazah

Advertisement

Inilah cara memandikan jenazah

Wednesday, January 23, 2019

MEMANDIKAN JENAZAH

Memandikan jenazah ada batasan minimal dan kesempurnaan, batas minimal memandikan jenazah yaitu meratakan seluruh tubuh jenazah dengan air satu kali.
Sedangkan memandikan jenazah yang sempurna adalah sebagai berikut :
  1. Bagian kepala jenazah dan jenggot jenazah disiram dengan air yang dicampur daun Bidara atau sabun.
  2. Rambut kepala dan jenggot disisir pelan-pelan dengan sisir yang bergigi lebar dan bila ada rambut yang rontok disunnahkan dimasukkan kedalam kain kafan atau liyang kubur.
  3. Bagian kanan tubuh jenaZah disiram mulai dari atas (bagian kepala) sampai bawah (telapak kaki).
  4. Bagian kiri tubuh jenazah disiram mulai dari atas kebawah.
  5. Jenazah dimiringkan kekiri dan bagian tubuh belakang jenazah sebelah kanan disiram mulai dari tengkuk sampai telapak kaki.
  6. Jenazah dimiringkan kekanan dan bagian tubuh belakang sebelah kiri jenazah disiram mulai dari tengkuk sampai telapak kaki.
  7. Basuhan atau siraman mulai dari no 1-6 menggunakan air Bidara atau sabun.
  8. Kemudian dibilas mulai dari ujung rambut sampai telapak kaki dengan air bersih.
  9. Kemudian disiram dengan air bersih dan dicampur dengan sedikit kapur Barus. Dan perlu diperhatikan bahwa campuran kapur Barus tersebut jangan sampai merubah sifat air yang mutlak.
  10. Tiga basuhan dengan tiga macam air tersebut baru terhitung satu kali basuhan. Maka memandikan jenazah yang sempurna yaitu tiga kali basuhan dengan tiga macam air yaitu air sabun, air bersih (murni) dan air bersih campur kapur barus.
  11. Disunnahkan dengan dua kali atau tiga kali basuhan dengan tata cara sebagaimana tersebut diatas, maka memandikan jenazah yang paling sempurna adalah dengan menyiram jenazah sembilan kali dengan tiga macam air yaitu air sabun, air bersih (murni) dan air bersih campur kapur barus diulang tiga kali. (Bajuri 1/274).
  12. Setelah selesai memandikan, maka sendi-sendi jenazah dilemaskan kemudian dilap dengan menggunakan handuk hingga kering.
  13. Bila selesai memandikan keluar najis dari jenazah, maka hanya wajib menghilangkan najis dan tidak mengulang memandikannya.
  14. Bagi orang yang memandikan jenazah dan pembantunya haram melihat aurat jenazah dan aurat jenazah wajib ditutup.
  15. Bagi orang yang memandikan disunnahkan tidak melihat badan jenazah kecuali sekedar untuk hajat. (Qodrulhajat).
  16. Bila jenazah tidak bisa dimandikan dikarenakan tidak ada air atau mati sebab terbakar dan umpama dimandikan jasad bisa hancur, maka jenazah cukup ditayamumi sebagai pengganti mandi.
  17. Bagi orang yang sedang junub (hadas besar) boleh (tidak makruh) ikut memandikan jenazah. (Tanwirulqulub. 210).
Daftar pustaka rujukan diambil dari : 
  • Buku panduan merawat jenazah LBM MWC NU Kec. Selopampang Kab. Temanggung.
  • Kitab Bajuri . 1/274
  • Tanwirulqulub 210
Terimakaaih dan semoga artikel ini bermanfaat bagi semua pembaca. Salam Santri NU. NKRI HARGA MATI.