Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Mengkafani Jenazah

Advertisement

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Mengkafani Jenazah

Thursday, January 24, 2019

Hukum mengkafani jenazah adalah Fardhlu Kifayah karena sabda Rasuluallah SAW, saat ada orang yang ihrom dan jatuh dari ontanya :


كَفِّنُوْهُ فِى ثَوْ بَيْهِ الَّذَيْنِ مَا تَ فِيْهِمَا

"Kafanilah ia dengan kedua pakaiannya yang ia mati dengan keduanya" (HR. Bukhori Muslim).

Setelah jenazah dimandikan atau ditayamumi kemudian jenazah dibungkus dengan kain kafan. adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengkafani jenazah yaitu : 

A. HAL-HAL YANG DISUNNAHKAN
  1. Kain kafan hendaknya kain yang sudah pernah dipakai atau dicuci, bukan kain yang baru dan mahal.
  2. Diatas kain kafan dan di atas tubuh jenazah ditaburi wangi-wangian.
  3. kedua pantat jenazah diikat dengan kain (cawati).
  4. Lubang-lubang tubuh jenazah (mata, hidung, telinga, mulut, qubul dan dubur) dan anggota sujud jenazah (jidat, telapak tangan, lutut dan jari-jari kaki) ditempeli kapas yang sudah ditaburi bangi-wangian.
  5. Diatas kafan diberi beberapa tali untuk menjaga kafan tidak lepas dari jenazah saat dibawa kemakam, dan tali-tali tersebut dilepas saat jenazah sudah dimasukkan kedalam liang kubur. Adapun jenazah yang sedang ihram, tidak diberi tali karena adanya larangan lubab (bundelan).
B. HAL-HAL YANG DIMAKRUHKAN
  1. Kafan dari kain selain warna putih polos.
  2. Kafan dari kain yang harganya mahal hal ini didasarkan pada sabda Rasuluallah SAW. sebagai berikut : 
لاَ تَغَالُوْافِي الْكَفَنِ فَاِنَّهُ يَسْلُبَ سَرِيْعًا 

"Janganlah engkau memahal-mahalkan kain kafan , karena sesungguhnya kafan itu akan cepat rusak." (HR. Abu Dawud).

C. HAL-HAL YANG DIHARAMKAN

Adalah haram menulis sesuatu dari ayat-ayat Al Asma Al Mu'addhom untuk menjaga kesucian Al Qur'an dan Asma Al Mu'addhom dari najis. (Bajuri. 1/248).

D. BANYAKNYA KAIN KAFAN
  • Kain Kafan Jenazah Laki-laki
Point-point yang harus diperhatikan dalam mengkafani jenazah
Bila jenazah laki-laki maka kain kafan yang dibutuhkan paling sedikit adalah satu lembar kain yang bisa menutup seluruh badan jenazah. Keutamaan ini berlaku karena Rasuluallah SAW. dikafani dengan tiga lembar kain, sebagaimana Hadist yang telah diriwayatkan oleh Syaikhon : 

كُفِنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى ثَلاَ ثَةِ أَثْوَا بٍ يَضٍ سَعُوْ لِيَّةٍ مِنْ كُرْسُفِ لَيْسَ فِيْهَا قَمِيْصٌ وَلاَعِمَامَةٌ (رواه الشيخان)

"Rasuluallah SAW, dikafani dengan tiga lembar pakaian putih polos dari kapas, tidak ada didalamnya Qomis dan Surban".

Dan bagi laki-laki disamping ketiga lembar kain kafan tersebut boleh ditambah qomis dan surban, karena Ibnu Umar mengkafani putranya dengan lima lembar kain kafan yaitu, Qomis, surban, dan tiga lembar kain kafan.

Menurut Imam Nawawi dalam kitabnya - Nihayah- sebagaimana yang tertulis dalam kitab Majmu' penambahan Qomis dan surban tersebut hukumnya khilaf, karena Rasuluallah SAW dikafani hanya dengan tiga lembar kain kafan tanpa qomis dan surban. dan bisa dikatakan Jawaz (boleh) bila ahli waris yang sempurna Ridhlo (rela) atau didalam ahli waris tidak ada Mahjur 'Alaih (anak kecil, orang majnun/gila dan orang ghoib/tidak berada ditempat). Maka bila ahli waris tidak ridho atau terdapat salah satu dari mahjur 'alaih tersebut, maka hukum penambahan tersebut adalah Haram. ('Ianah 2/113).

  • Kain Kafan Jenazah Perempuan
Bila jenazah tersebut adalah perempuan maka kain kafan yang dibutuhkan paling sedikit adalah satu lembar yang bisa menutupi seluruh tubuh jenazah. Adapun kesempurnaan dan keutamaannya adalah Tapeh, Qomis, Kerudung dan dua lembar kain kafan. Keutamaan ini berlaku karena Rasuluallah SAW mengkafani putrinya (Umi Kulsum) dengan cara tersebut (yaitu lima lapis).

Imam 'Aly As Syibromalisi berkata bahwa menurut pendapat Imam Syafi'i r.a diatas dada jenazah perempuan tersebut diikatkan kain tali yang agak lebar agar kedua payudara tidak bergerak-gerak ketika dibawa ke kubur yang mana hal ini mungkin bisa menyebabkan kain kafan lepas. Sedangkan menurut pendapat beberapa Imam bahwa kain pengikat dada jenazah perempuan tersebut adalah lembar ke enam dan tidak termasuk kain kafan, sehinga pada saat jenazah sudah diliyang kubur kain tersebut (lembar keenam) harus dilepas. Sedangkan menurut keterangan didalam kitab TUHFAH bahwa keutamaan bagi laki-laki yaitu tiga lapis dan boleh ditambah menjadi empat atau lima lapis dan untuk perempuan lima lapis tersebut, dengan syarat jenazah tidak mempunyai hutang yang bisa menghabiskan tirkah (harta peninggalan seseorang yang sudah meninggal) dan jenazah dikafani dengan tirkah tersebut.

Sedangkan jika tidak demikian (jenazah mempunyai hutang tersebut), maka wajib untuk Iqtishor 'alal al-aqol (cukup dikafani dengan satu lembar yang bisa menutup seluruh tubuh jenazah). (I'anah 2/113-114).